Maaf, Anda mengaktifkan Adblock pada browser anda!
Atau anda tidak mengaktifkan Javascript![ ? ]

Shalom – Shalom – We bless you which came in the name of Yeshua –

Satanologi adalah cabang teologia yang berbicara masalah Satan atau Iblis. Sedangkan demonologi seringkali diartikan sama dengan satanologi atau terkadang diartikan sebagai cabang teologia yang berbicara masalah setan-setan atau roh jahat. Kedua cabang teologia itu, yang merupakan bagian dari Angelology, tidak mungkin dipisahkan dalam pembahasannya karena kaitannya sangat erat antara satu dengan yang lainnya
.
Kata "Satan" atau "Iblis" diterjemahkan dari kata Ibrani satan dan dari kata Yunani satanas atau daimon. Sedangkan kata "roh jahat" diterjemahkan dari kata Ibrani shed dan kata Yunani pneuma akatharton atau pneuma poneron.

Alkitab menjelaskan kepribadian yang khusus dari Iblis, bahwa dia adalah ilah zaman ini, penggubah dari semua kegelapan dan dosa, dan ditetapkan untuk suatu hukuman kekal dalam lautan api (2 Korintus 4:4; Wahyu 20:10). Mengenai setan-setan, Alkitab mengajarkan bahwa mereka adalah kaki-tangan Iblis. Di bawah kepemimpinan Iblis, mereka dapat memiliki atau mengendalikan hidup orang kafir, dan mempengaruhi orang percaya (Kisah Para Rasul 5:16, 16:16-18).

Eksistensi Iblis dan Setan-setan.
Bukan hal yang asing lagi kalau banyak orang yang berpendapat bahwa ajaran tentang Iblis dan setan-setan adalah dongeng yang digembor-gemborkan oleh orang-orang beragama. Ujung-ujungnya mereka berpendapat bahwa Neraka itu tidak ada. Tetapi, sebagai orang percaya, kita berpatokan pada apa yang diajarkan oleh Alkitab.

Asal-usul Iblis dan setan-setan.

Iblis pada awalnya adalah malaikat yang diciptakan oleh Allah dengan posisi yang paling terhormat. Dialah Lucifer yang memiliki intelektual, keindahan,talenta dan kuasa melebihi malaikat yang lain. Di Yehezkiel 28, dia digambarkan sebagai sosok Raja Tirus, yang kekuasaannya melamapaui kekuasaan yang ada di dunia.

Iblis digambarkan sebagai pribadi yang sempurna (ayat 12). Tinggal di taman Allah yang penuh kemuliaan (ayat 13). Dia berada di atas gunung kudus Allah (ayat 14), dan berjalan naik dan turun di tengah-tengah batu-batu yang bercahaya (ayat 14).
Pernyataan-pernyataan ini tampaknya menunjukkan bahwa dia memilik persekutuan dengan Allah di dalam kemuliaanNya yang kekal. Sekalipun posisinya paling terhormat, keberadaannya paling indah, tetapi dia tetap ciptaan yang pasti jauh lebih rendah dari Allah yang menciptakannya. Salah satu ciri sebagai ciptaan adalah memiliki keterbatasan. Meski sangat kuat, Iblis tidak maha kuasa, tidak maha tahu, dan tidak maha hadir.
Seperti halnya Iblis, setan-setan juga diciptakan mulanya oleh Allah.Hal ini tersirat di dalam Kolose 1:16,

"Karena di dalam Dia lah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di Sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana,maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia."
Di Timur Tengah, setan yang disebut shed itu diakui sebagai roh yang kuat. Alkitab menyebut pertama kali dalam kaitannya dengan bangsa Israel, yaitu di Ulangan 32:17a,
"Mereka mempersembahkan korban kepada roh-roh jahat yang bukan Allah."
Kejatuhan Iblis dan setan-setan
Kejatuhan Iblis dijelaskan dengan gamblang di dalam Yesaya 14:12-15 dan Yehezkiel 28:1-19. Ada enam kalimat yang menarik untuk diperhatikan berkaitan dengan kejatuhan Iblis, yaitu:
Pertama
, aku hendak naik ke langit. Alkitab menggunakan kata "langit" di dalam tiga pengertian, yaitu:
1. Langit dalam arti atmosfer yang mengelilingi bumi.
2. Langit dalam arti yang terdapat bintang, dan
3. Sorga, yang merupakan tempat tinggal Allah, takhta atau tempat pemerintahan Allah. Seperti penjelasan di kitab Ayub, Iblis memiliki akses ke Sorga. Keinginannya ke sana tidak hanya untuk berkunjung seperti turis, tetapi untuk menempati Sorga. Bahkan "makhluk" itu ingin mengusir Sang Pencipta dari takhtaNya. Iblis adalah hamba yang ingin menjadi penguasa.

Kedua, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah. Istilah "bintang" kadangkala mengacu pada benda-benda langit yang menerangi malam. Tetapi, dari Ayub 38:7 kita memiliki petunjuk untuk arti ungkapan "bintang-bintang Allah" , ini mengacu kepada keinginan Iblis untuk meninggikan dirinya sendiri, untuk memerintah atas "kerajaan malaikat", menjadikan dirinya sebagai tuhan atas mereka.
Ketiga, aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Seringkali di dalam Alkitab, gunung dan bukit berbicara tentang otoritas atau hak untuk memerintah, seperti dijelaskan di dalam Yesaya 2:2-3. Jadi istilah "aku akan" di bagian yang ketiga ini menjelaskan bahwa Iblis sedang menyatakan tekadnya untuk memerintah atas urusan seluruh alam semesta yang diciptakan Allah.

Keempat, aku hendak naik menatasi ketinggian awan-awan. Menurut Keluaran 16:10 dan Wahyu 10:1, awan seringkali dikaitkan dengan kemuliaan dan kehadiran Allah. Istilah "aku akan" di sini mengungkapkan keinginan Iblis untuk merebut kemuliaan milik Allah. Iblis hendak berkata, "Aku akan mengambil untuk diriku sendiri kemuliaan yang lebih besar daripada milik Allah."
Dia memang ciptaan Allah yang dipenuhi dengan kemuliaa, tetapi kemuliaan yang dimilikinya itu tidak melekat pada dirinya. Kemuliaan tersebut hanya pantulan dari kemuliaan Sang Pencipta. Jadi,terlalu berani dan terlalu kurang ajar kalau kemudian dia hendak memiliki kemuliaan yang menyamai Allah.

Nama dan Terapan Iblis * Iblis (Satan, Ayub 1:6-9 ; Matius 4:10) Makna utama dari nama ini adalah "musuh, orang yang bertahan." Ini menunjuk kepada pribadi Iblis sebagai lawan Allah, lawan orang-orang beriman, dan lawan semua yang benar dan yang baik. * Iblis (The Devil, Matius 4:1-5, 5,8 ; Efesus 4:27 ; Wahyu 12:9; 20:2)

Diterjemahkan dari kata Yunani diabolos, artinya "pemfitnah". Di dalam 1 Petrus 5:8 dijelaskan di dalam kaitannya dengan tindakannya.

* Ular (The serpent, Wahyu 12:9)

Nama ini mengingatkan akan penipuan licvik dan akal bulusnya saat dia berada di Taman Eden (2 Korintus 11:3 ; Wahyu 12:9).

* Bintang Timur, Putra Fajar (Lucifer, Son of the Morning, Yesaya 14:12)

Ini adalah sebuah nama yang menunjukkan kemegahannya

/p>


VIDEO CLIP LAGU ROHANI
VIDEO KOTBAH

Powered by Archipeddy | Theme Designed by: Eddy Sriyanto Lee | Thanks to GOOGLE, YOUTUBE and http://www.livingblessing.org/
---------------------

Nama dan Terapan Iblis

* Iblis (Satan, Ayub 1:6-9 ; Matius 4:10)

Makna utama dari nama ini adalah "musuh, orang yang bertahan." Ini menunjuk kepada pribadi Iblis sebagai lawan Allah, lawan orang-orang beriman, dan lawan semua yang benar dan yang baik.

* Iblis (The Devil, Matius 4:1-5, 5,8 ; Efesus 4:27 ; Wahyu 12:9; 20:2)

Diterjemahkan dari kata Yunani diabolos, artinya "pemfitnah". Di dalam 1 Petrus 5:8 dijelaskan di dalam kaitannya dengan tindakannya.

* Ular (The serpent, Wahyu 12:9)

Nama ini mengingatkan akan penipuan licvik dan akal bulusnya saat dia berada di Taman Eden (2 Korintus 11:3 ; Wahyu 12:9).

* Bintang Timur, Putra Fajar (Lucifer, Son of the Morning, Yesaya 14:12)

Ini adalah sebuah nama yang menunjukkan kemegahannya